Konsultasi Kesehatan Back to Fitrah

JASA KONSULTASI BACK TO FITRAH

 

“Mengembalikan Kehidupan, Tubuh, dan Kesehatan Sesuai Fitrah”

 

 

 

1. LATAR BELAKANG

 

A. Krisis Kesehatan Modern & Ketergantungan pada Obat

 

Di era modern, banyak orang mengalami gangguan kesehatan kronis seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Sayangnya, solusi yang ditawarkan oleh dunia medis modern sering kali bertumpu pada obat-obatan dan intervensi yang bersifat menekan gejala, bukan memahami akar masalahnya. Akibatnya, banyak orang yang semakin bergantung pada obat, sementara kondisi tubuhnya justru semakin melemah.

 

Padahal, tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk bertahan hidup dan mempertahankan keseimbangan. Penyakit bukanlah ‘kesalahan tubuh’, melainkan bentuk adaptasi yang terjadi akibat pola hidup yang tidak sesuai fitrah. Oleh karena itu, pendekatan kesehatan harus kembali ke akar masalah, yaitu menyesuaikan pola hidup agar selaras dengan mekanisme alami tubuh.

 

B. Penyimpangan dari Fitrah: Akar Masalah Gangguan Kesehatan

 

Kesehatan tidak hanya bergantung pada apa yang kita makan, tetapi juga bagaimana kita bernapas, berpikir, dan bergerak. Banyak orang mengalami gangguan kesehatan karena penyimpangan terhadap empat aspek utama kehidupan:

 

1. Pola Napas → Over-breathing (pernapasan berlebihan) yang menyebabkan hipokapnia dan berujung pada hipoksia.

 

 

2. Pola Makan → Over-eating (makan berlebihan) yang mengganggu metabolisme tubuh.

 

 

3. Pola Aktivitas → Over-acting (aktivitas berlebihan) yang menyebabkan stres dan kelelahan kronis.

 

 

4. Pola Pikir → Over-thinking (terlalu banyak berpikir) yang memicu stres berkepanjangan dan ketidakseimbangan hormonal.

 

 

 

Keempat faktor ini saling berkaitan dan bermuara pada hipokapnia (kekurangan karbon dioksida dalam darah), yang pada akhirnya menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen di sel). Ketika sel tubuh mengalami hipoksia, berbagai gangguan kesehatan mulai muncul sebagai bentuk adaptasi tubuh terhadap lingkungan yang tidak mendukung.

 

C. Solusi: Kembali ke Fitrah & Sunatullah

 

Tubuh manusia adalah amanah dari Allah yang diciptakan dengan sistem yang sempurna. Ketika ada gangguan kesehatan, bukan tubuh yang harus diperbaiki, melainkan cara kita hidup yang harus dikembalikan ke fitrah. Oleh karena itu, solusi terbaik bukanlah obat-obatan atau terapi yang bertentangan dengan mekanisme alami tubuh, tetapi dengan menyesuaikan pola napas, pola makan, pola aktivitas, dan pola pikir agar kembali seimbang.

 

Dari pemahaman ini, lahirlah konsep konsultasi “Back to Fitrah” yang bertujuan untuk membantu individu memahami tubuhnya sendiri, mengembalikan keseimbangan alami, dan menjalani hidup yang lebih sehat tanpa ketergantungan pada obat-obatan atau intervensi medis yang bertentangan dengan fitrah.

 

 

 

2. VISI & MISI

 

Visi

 

Membantu individu memahami tubuh dan kehidupan sesuai fitrah serta menyesuaikan pola hidup dengan mekanisme alami tubuh agar mencapai keseimbangan dan kesehatan optimal.

 

Misi

 

✅ Mengedukasi masyarakat tentang konsep tubuh dan mekanisme keseimbangan sesuai fitrah.

✅ Membantu klien mengenali penyebab utama gangguan kesehatan dari pola hidup yang menyimpang.

✅ Memberikan panduan praktis untuk mengembalikan keseimbangan tubuh melalui perubahan pola napas, pola makan, pola aktivitas, dan pola pikir.

✅ Mengajak klien untuk menerima kondisi tubuh dengan sabar dan ikhlas sebagai bagian dari ketetapan Allah, lalu menyesuaikan ikhtiar dengan fitrah.

 

 

 

3. PRINSIP DASAR KONSULTASI

 

Tubuh Tidak Pernah Salah → Semua perubahan dalam tubuh adalah upaya mempertahankan keseimbangan.

 

Gejala adalah Komunikasi Tubuh → Respon tubuh menunjukkan adanya penyimpangan yang harus disesuaikan, bukan dilawan.

 

Penyembuhan adalah Mekanisme Tubuh Sendiri → Bukan berasal dari obat atau intervensi luar, tetapi dari mengembalikan keseimbangan.

 

Solusi Harus Sesuai Fitrah → Menghindari pendekatan yang bertentangan dengan mekanisme alami tubuh.

 

Kesabaran & Keikhlasan → Kesehatan sejati bukan hanya fisik, tetapi juga ketenangan jiwa dalam menghadapi ketetapan Allah.

 

 

 

 

4. METODE KONSULTASI

 

Konsultasi Back to Fitrah berfokus pada edukasi dan pendampingan dalam menyesuaikan pola hidup.

 

✅ Assessment Awal

 

Mengidentifikasi pola napas, pola makan, pola aktivitas, dan pola pikir klien.

 

Menganalisis hubungan antara pola hidup dan kondisi tubuh.

 

 

✅ Pemahaman Mekanisme Tubuh

 

Edukasi tentang bagaimana tubuh mempertahankan keseimbangan.

 

Menjelaskan penyebab gejala berdasarkan prinsip fitrah.

 

 

✅ Panduan Perubahan Pola Hidup

 

1. Pola Napas → Mengembalikan napas ke fitrahnya sesuai dengan peran dan keseimbangan tubuh.

 

 

2. Pola Makan → Menghindari over-eating dan menyesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh.

 

 

3. Pola Aktivitas → Mengurangi over-acting yang bisa menyebabkan stres tubuh.

 

 

4. Pola Pikir → Mengatasi over-thinking dan memahami hakikat kehidupan secara lebih tenang.

 

 

 

✅ Latihan dan Pendampingan

 

Memberikan latihan napas sesuai kebutuhan klien.

 

Membantu klien menyesuaikan pola makan dan aktivitas tanpa memaksa tubuh.

 

Memberikan bimbingan untuk memahami pola pikir yang selaras dengan fitrah.

 

 

✅ Evaluasi & Penyesuaian

 

Melihat perkembangan klien dalam mengembalikan keseimbangan tubuh.

 

Menyesuaikan panduan berdasarkan kondisi dan kesiapan klien.

 

 

 

 

5. FORMAT LAYANAN

 

Konsultasi bisa dilakukan dalam berbagai format:

✔ Private Coaching (Online/Offline)

✔ Group Class & Workshop

✔ Edukasi melalui eBook & Materi Digital

✔ Pendampingan Berkelanjutan (Membership Program)

 

 

 

6. TARGET AUDIENS

 

Orang yang ingin memahami kesehatan secara alami tanpa ketergantungan obat.

 

Individu yang mengalami masalah kesehatan kronis akibat pola hidup yang tidak sesuai fitrah.

 

Siapa saja yang ingin hidup lebih sehat, seimbang, dan selaras dengan Sunatullah.

 

 

 

 

7. KEUNGGULAN KONSEP BACK TO FITRAH

 

✨ Berbasis Fitrah & Sunatullah → Tidak bertentangan dengan mekanisme tubuh.

✨ Pendekatan Holistik → Memahami kesehatan dari semua aspek (napas, makan, aktivitas, dan pikiran).

✨ Tanpa Ketergantungan Obat → Fokus

pada solusi yang memperkuat mekanisme tubuh.

✨ Bersifat Edukatif → Membantu klien memahami tubuhnya sendiri sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat.

Akal

Akal adalah karunia Allah yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya, memungkinkan manusia untuk memahami, menganalisis, dan mengambil keputusan. Dalam Islam, akal adalah salah satu anugerah terbesar yang harus digunakan dengan benar untuk mengenal Allah, memahami kehidupan, dan berbuat sesuai dengan petunjuk-Nya.

Memahami Akal dan Proses Berpikir

Akal adalah proses berpikir yang melibatkan empat komponen utama:

  1. Otak yang Sehat: Otak adalah alat fisik yang menjadi pusat pengolahan data. Kondisi otak yang sehat diperlukan agar proses berpikir dapat berjalan dengan optimal. Gangguan pada otak, seperti cedera atau penyakit, dapat menghambat proses berpikir.
  1. Indera: Indera adalah pintu masuk bagi informasi dari dunia luar ke dalam otak. Melalui penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa, manusia menangkap realita yang ada di sekitarnya. Jika indera tidak berfungsi dengan baik, informasi yang diterima bisa salah atau tidak lengkap.
  1. Realita: Realita adalah objek atau kejadian yang menjadi bahan pemikiran. Akal tidak bisa bekerja tanpa realita yang bisa ditangkap dan dipahami. Misalnya, seseorang hanya bisa memahami konsep “api” jika ia pernah melihat atau merasakan api secara langsung.
  1. Informasi Terkait Realita: Informasi sebelumnya berfungsi sebagai kunci untuk memahami realita. Misalnya, seseorang yang melihat fenomena hujan mungkin tidak memahaminya jika ia tidak memiliki informasi bahwa hujan adalah proses alam yang melibatkan penguapan dan kondensasi air. Informasi ini sering kali diperoleh dari pengalaman, pengajaran, atau sumber lain yang terpercaya.

Akal dan Aktivitas Manusia

Setiap perbuatan manusia, baik fisik maupun non-fisik, selalu dilandasi oleh proses berpikir. Akal menjadi penggerak yang menentukan tindakan seseorang. Misalnya:

  1. Perbuatan Fisik: Ketika seseorang makan, itu didasari oleh pemikiran bahwa tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas. Ketika seseorang bekerja, ia memahami bahwa usaha adalah cara untuk mendapatkan rezeki.
  1. Perbuatan Non-Fisik: Ketika seseorang berdoa, itu didasari oleh keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat mengabulkan permintaan. Ketika seseorang memutuskan untuk membantu orang lain, itu berasal dari pemahaman tentang pentingnya kasih sayang dan empati.

Kenapa Memahami Manusia Harus Memahami Akal?

Karena akal adalah pusat kendali yang membimbing manusia dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Jika kita ingin memahami manusia secara mendalam, kita harus memahami bagaimana proses berpikirnya, yaitu:

  1. Bagaimana manusia menangkap realita: Apakah melalui pengamatan langsung, pengalaman, atau pengajaran?
  2. Bagaimana manusia mengolah informasi: Apakah ia menggunakan logika yang sehat, ataukah terjebak dalam asumsi yang salah?
  3. Bagaimana manusia bertindak berdasarkan pemikiran: Apakah tindakan tersebut sejalan dengan fitrah, ataukah bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama?

Menggunakan Akal Secara Optimal

Agar akal dapat berfungsi secara optimal, keempat komponen proses berpikir harus berjalan dengan baik:

  1. Menjaga Kesehatan Otak: Hindari stres berlebihan, konsumsi makanan bergizi, dan tidur yang cukup.
  1. Mengasah Indera: Latih kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan gunakan indera untuk menangkap realita dengan jujur.
  1. Mengenali Realita: Jangan abaikan apa yang terjadi di sekitar. Berlatih untuk lebih peka dan memahami apa yang sedang berlangsung.
  1. Memperbanyak Informasi yang Benar: Informasi adalah kunci dalam memahami realita. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya dan tidak bertentangan dengan logika maupun wahyu.

Kesimpulan

Akal adalah inti dari manusia sebagai makhluk berpikir. Pemahaman yang mendalam tentang akal membantu kita memahami manusia secara keseluruhan, karena setiap aktivitas manusia didasarkan pada proses berpikir yang melibatkan otak, indera, realita, dan informasi. Oleh karena itu, membangun akal yang sehat dan paradigma berpikir yang benar adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang selaras dengan fitrah manusia dan tujuan penciptaannya