Back to Fitrah

Back to Fitrah.

Kembali ke Fitrah kembali Sehat.

Manusia dinilai dari perbuatannya, bukan dari angka-angka biokimia yang ditetapkan oleh standar medis modern. Perbuatanlah yang nyata, yang bisa diamati, dan yang menentukan apakah seseorang selaras dengan fitrah atau tidak. 

Jika seseorang memperbaiki pola hidup dan perilakunya agar sesuai fitrah, maka biokimia tubuh akan menyesuaikan secara otomatis sesuai dengan mekanisme alami yang telah Allah ciptakan. Ini adalah proses yang alami dan seharusnya menjadi fokus utama dalam memahami kesehatan.

Sebaliknya, ketika seseorang terobsesi pada angka-angka dalam hasil pemeriksaan medis, maka muncul kecemasan, ketakutan, dan kekhawatiran yang tidak berujung. Ini adalah efek dari paradigma yang salah, di mana:

1. Orang sehat bisa merasa sakit hanya karena angka di lab tidak sesuai dengan “batas normal” yang dibuat manusia.

2. Perhatian manusia teralihkan dari memperbaiki pola hidup ke sekadar menormalkan angka-angka tersebut dengan obat-obatan.

3. Ketergantungan terhadap obat dan pemeriksaan medis meningkat, padahal tubuh sebenarnya mampu menjaga keseimbangan sendiri. 

Monsterisasi Kesehatan: Masalah Baru yang Diciptakan 

Pendekatan ini sebenarnya adalah bentuk monsterisasi, yaitu menciptakan ketakutan yang tidak perlu terhadap tubuh sendiri.

Orang-orang dibuat percaya bahwa tubuhnya selalu dalam kondisi rawan penyakit, padahal tubuh memiliki mekanisme pertahanan alami.

Standar medis berubah-ubah, membuat orang selalu dalam kondisi waspada dan khawatir, meskipun mereka merasa baik-baik saja.

Akhirnya, banyak orang yang sehat secara fisik tetapi sakit secara mental karena terus-menerus dihantui oleh angka-angka pemeriksaan medis.

Paradigma Fitrah: Kunci Sehat Sejati

Sehat adalah tentang bagaimana kita hidup, bukan sekadar angka di laboratorium.

Perubahan pola hidup sesuai fitrah akan membawa keseimbangan alami dalam tubuh, tanpa perlu intervensi berlebihan.

Manusia harus percaya pada mekanisme tubuh yang Allah ciptakan, bukan tunduk pada standar yang terus berubah dan menciptakan ketakutan. 

Jadi, kunci utama kesehatan adalah kembali kepada fitrah, yaitu memahami bahwa tubuh merespons perbuatan kita, bukan angka-angka di atas kertas. Menghilangkan ketergantungan pada standar medis modern yang tidak rasional ini adalah langkah penting untuk mencapai ketenangan, keseimbangan, dan kesehatan yang optimal.

Bck to Fitrah.

Jombang, 2 2005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *